Mengenali Gunung Krakatau
Siapa yang belum tau gunung krakatau?
sini sinii aku kenalin
Gunung krakatau adalah gunung berapi aktif yang terletak di Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. dulu jaman SD aku taunya Krakatau itu logo di uang Rp.100, wheehehehe
ada yang sama ???
Krakatau ini memiliki anak, anaknya mucul karna ada letusan hebat pada tahun 1927, pulau keempat, Anak Krakatau, muncul dari kaldera yang terbentuk pada tahun 1883. Aktivitas erupsi baru terjadi sejak akhir abad ke-20, dengan keruntuhan besar yang menyebabkan tsunami Selat Sunda 2018. Sebuah kerucut bara baru kemudian tumbuh dari cekungan bekas runtuhan akibat erupsi pada dasawarsa 2020-an
yukkk simak apa kata wiki
Salah satu penyebutan paling awal nama Krakatau terdapat dalam teks bahasa Sunda Kuno Bujangga Manik, yang kemungkinan ditulis di Jawa bagian barat pada akhir abad ke-15. Dalam teks tersebut, Krakatau disebut sebagai "pulau Rakata, sebuah gunung di tengah laut" (pulo Rakata gunung ti tengah sagara, Meskipun sumber-sumber Eropa sebelumnya telah memuat gambaran tentang sebuah pulau di Selat Sunda dengan "gunung yang menjulang runcing", penyebutan Krakatau dengan namanya di dunia Barat pertama kali muncul pada sebuah peta karya Lucas Janszoon Waghenaer pada tahun 1611, yang menamai pulau tersebut "Pulo Carcata" (pulo adalah kata dalam bahasa Sunda yang berarti "pulau"). Sekitar dua lusin variasi nama tersebut telah ditemukan, termasuk Crackatouw, Cracatoa, dan Krakatao (dalam ejaan lama yang berbasis bahasa Portugis). Kemunculan pertama yang diketahui dari ejaan Krakatau dibuat oleh Wouter Schouten, yang pada Oktober 1658 melewati "pulau tinggi Krakatau yang ditutupi pepohonan".
Asal-usul nama Krakatau tidak diketahui secara pasti. Teori-teori utama adalah:
Berasal dari bahasa Sanskerta karka atau karkaṭa atau karkaṭaka, yang berarti "lobster" atau "kepiting". Bentuk singkat rakaṭa juga berarti "kepiting" dalam bahasa Jawa Kuno. Fakta bahwa penyebutan kata tersebut yang paling awal tercatat sangat mirip dengan pelafalan kata-kata untuk kepiting tersebut (rakata dalam Bujangga Manik dan carcata pada peta Waghenaer) menjadikan etimologi Sanskerta ini sebagai asal-usul kata yang paling mungkin.
Onomatope, yang menirukan suara yang dihasilkan oleh burung kakatua (Kakatoes) yang dahulu menghuni pulau tersebut. Namun, Van den Berg menunjukkan bahwa burung-burung tersebut hanya ditemukan di "bagian timur kepulauan" (yang berarti Kepulauan Nusa Tenggara, di sebelah timur Jawa, di sisi lain Garis Wallace).
Kata bahasa Melayu yang paling mirip adalah kelakatu, yang berarti "semut bersayap putih". Furneaux menunjukkan bahwa pada peta-peta sebelum 1883, Krakatau memang agak menyerupai seekor semut jika dilihat dari atas, dengan Lang dan Verlaten berada di kedua sisinya seperti sayap.
Van den Berg (1884) mengisahkan bahwa Krakatau merupakan hasil kesalahan linguistik. Menurut legenda, kapten sebuah kapal yang berkunjung menanyakan nama pulau tersebut kepada seorang penduduk setempat, dan orang itu menjawab, "Kaga tau" (Aku enggak tahu)—sebuah ungkapan slang Jakarta/Betawi yang berarti "Saya tidak tahu". Kisah ini pada umumnya tidak dianggap dapat dipercaya; kisah tersebut sangat mirip dengan mitos linguistik lain mengenai asal-usul kata kanguru dan nama Semenanjung Yucatán.
Institusi Smithsonian melalui Global Volcanism Program-nya menyebut nama Indonesia, Krakatau, sebagai nama yang benar, tetapi mengatakan bahwa Krakatoa juga sering digunakan dalam bahasa Inggris.
Pembahasan mengenai etimologi masih memerlukan rujukan yang lebih memadai. Oleh karena itu, jika diperlukan, silakan menambahkan referensi lain sebagai bahan pendukung.
Tahun Ini di bulan september infonya anak krakatau mengeluarkan abu vulkanik, sala satu daerah yg kena adalah jakarta.Jadi untuk warga jakarta mari kita menerapkan 5 M
- Memakai Masker
- Menutup Pintu jendela dan sumber air
- Membatasi aktifitas di luar ruangan
- Membersihkan abu di basuh terlebih dahulu
- Memantau Dari kanal resmi info mengenai anak krakatau yg sedang tidak baik baik.
#Jagajakarta
